3 Feb 2012

Cursed and Blessed (Part IV)


 Written by: Hexacrown
                Havenland. Ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki di tempat berpenghuni selain Lide. Sebuah kastil yang dikelilingi oleh pepohonan yang lebat serta diselimuti oleh salju yang indah. Aku melihat kabut tinggi berwarna ungu tipis mengelilingi kastil, tepat di depan pagar sejarak kurang lebih satu meter. Vance berhenti. Aku menatapnya bingung. “Ayo,” katanya pelan. Kami melewati kabut itu dan berjalan hingga di pintu masuk. “Tampaknya Ketua Penjaga ingin bertemu denganmu,” kata Vance.

“Bagaimana kau bisa tahu?”
“Kabut tadi adalah roh keabadian. Diciptakan sendiri oleh Ketua untuk melindungi Havenland dari para Joker. Tidak ada yang bisa masuk selain Ace dan mahluk yang ingin dijumpai oleh Ketua. Bagi yang melanggar akan langsung mati.”
“Apa?! Kau ingin membunuhku ya?! Bagaimana jika aku mati tadi!” tanyaku ketus.
“Sekarang tidak, kan? Cepatlah, kau membuatnya menunggu,” katanya sambil menarik tanganku masuk ke kastil.

Di luar mungkin tampak sepi, tapi tidak dalamnya. Seluruh mata menatap Vance dan aku. Vance tampak menghiraukan mereka. Aku yang masih ditarik paksa Vance, hanya menjawab tatapan mereka dengan wajah bingung. Tibalah kami di ruangan yang Vance sebut “Ketua Penjaga”. Vance langsung memberi hormat. Aku mengikutinya. “Bangunlah, Vance, Delphine,” kata Ketua Penjaga. Aku menatapnya. Ia tampak berusia 50-60 tahunan. Ia tampak biasa bagiku, hanya saja baju bajanya tidak biasa menurutku. Ia seperti kakek perkasa di medan perang. “Bagaimana semua orang yang belum kukenal bisa mengenalku?” kataku berkata kepada diriku sendiri. “Tentu saja aku mengenalmu Delphine. Kau lebih berharga daripada yang kau tahu. Ngomong-ngomong, namaku Arthur,” katanya sambil tersenyum.

“Menurut Vance, aku dipanggil kemari karena Ketua ingin berbicara denganku. Apa itu benar?”
“Ah, tentu saja. Vance, boleh tinggalkan kami berdua?” Vance meninggalkan kami tanpa berkata apapun, hanya memberi hormat dan akhirnya pergi. “Vance adalah seorang Ace yang sangat disiplin. Ia merupakan Ace yang paling sempurna di kalangannya, meskipun sifatnya dingin. Itulah alasannya mengapa ia yang memanggilmu kemari,”

“Karena sifatnya yang dingin?” tanyaku ketus.
“Bukan, karena ia adalah salah satu yang terbaik. Kau adalah tamu terhormat, Delphine Frozz. Kau adalah salah satu pengguna Kristal Atlantis.”
“Siapa saja bisa menggunakannya. Aku hanya salah satu orang yang beruntung.”
“Mungkin, jika kau hidup lima ratus tahun yang lalu. Tapi Kristal itu sudah disegel oleh Delta sebelum kematiannya. Kristal-kristal tersebut tidak bisa digunakan oleh orang sembarangan. Kami memanggil para pengguna dengan sebutan user. Kami akan melindungimu dan melatihmu di Havenland. Untuk itu, kau harus tinggal di sini sementara.”
“Tunggu dulu! Aku bahkan tidak tahu siapa yang akan membunuhku! Yang aku tahu, kalian akan mengurungku di sini. Bagaimana dengan keadaan Lide? Aku tidak menemukan seseorang di sana, mereka semua hilang!” Aku menatap tajam Ketua Penjaga. Ia memejamkan matanya dan berkata, “Tidak ada yang selamat di Lide. Sebagian sudah menajdi santapan mereka, dan sebagian lagi mungkin dijadikan budak. Kami melindungimu dari bahaya yang hanya bisa diakhiri oleh dirimu sendiri. Joker,”

                Setelah cukup lama berbicara dengan Ketua Penjaga, aku diantar ke ruanganku oleh Vance Connor. Aku terbaring di tempat tidurku. Tatapanku tertuju pada langit-langit yang tinggi dan berbau gothic. Besok adalah hari dimana aku akan “belajar” segala hal mengenai Vampculla, yang sekarang aku tahu bahwa mahluk pemuja darah tersebut terbagi menjadi dua kelompok. Bagiku sama saja. Mereka telah membunuh manusia. Dan mungkin akan membunuhku suatu saat nanti.

Mataku terpejam lelah. Lelah memikirkan Lide. Lelah memikirkan sesepuh dan para penduduk Lide. Lelah memikirkan segala kesalahan besarku. Ini pertama kalinya aku merebahkan tubuhku setelah dua hari yang tidak dapat dipercaya. Aku takut. Semuanya tampak asing. Aku tidak berani membuka mataku. Dan sebelum aku tahu, jiwaku sudah tertidur. Aku menunggu hari esok. Yang mungkin akan merubah segala takdirku.

To be Continued . . .



Posted By: Martha Gunawan

Cursed and Blessed (Part IV)

Share:

Post a Comment

Facebook
Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us

Advertisment

http://1.bp.blogspot.com/__k1lsF3KXWk/TU8eyOsb9CI/AAAAAAAAAJk/zJ98vOEiZE4/s190/your_ad_here.png

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

© HexaCrown All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates