12 Des 2011

A Story Without Ends (Boy Version)

Written by: Hexacrown

Kau begitu indah. Begitu mempesona. Ini adalah hari pertama aku berjumpa denganmu. Di pesta topeng istana yang suatu saat akan menjadi milikmu. Kau dan duniaku yang berbeda tidak terlihat di pesta topeng ini. Tanpa sadar, kami bertatapan. Aku berjalan mendekatinya dan berkata, “Maukah kau menari  denganku, Tuan Putri?” sambil memberi hormat. Tangannya menyentuh tanganku, tanda menerima. Entah mengapa, tangannya begitu dingin. Kami menari dengan lembut. Mata kami saling bertatapan. Ini bagaikan surga. Ia menari bagaikan seekor kupu-kupu yang bersinar. Rambutnya yang halus menyentuh pundakku. Ia lalu melepas topengnya. Aku melihat wajah cantiknya yang tidak bahagia. Bukan karena tarian kami. “Apa kau ingin melanjutkan tariannya?” suara lembut itu tampak pilu. “Tentu, tuan putri. Jika kau berkenan,” kataku sopan. Tangannya meraih topengku. Tepat sebelum ia sempat membukanya, aku menahannya. Kepalanya dimiringkan tanda bingung. “Maaf, tuan putri. Jika kau melihat wujud asliku, kau pasti akan membenciku.”

            Aku berlari keluar istana. Ya, ia tak akan pernah sudi untuk melihatku lagi jika ia tahu bahwa aku pembunuh bayaran. Apalagi ia tahu bahwa aku akan membunuh raja dari istana tersebut, yang berarti ayahnya. Tadi.

            Seminggu berlalu. Ketua aliansi Assassins menghukumku karena tidak menjalankan tugas dengan baik. Hukuman berat tentunya, karena baru kali ini aku gagal menjalankan misi. Ketua aliansi Assassins bagai seorang ayah bagiku. Ia yang membesarkanku dari kecil. Tapi aku tidak pernah menyukainya. Hal yang paling ia suka adalah uang. Tidak peduli siapa yang ia bunuh, baik jahat maupun baik, akan dibasminya jika ada yang menyuruhnya dan memberinya imbalan yang cukup besar. Aliansi yang dibenci dan ditakuti seluruh penduduk kota dan istana. Tapi, tidak pernah ada yang bisa menemukan lokasi aliansi kami.

            Masa hukuman akhirnya selesai dengan sangat lambat. Ketua menatapku dengan tajam dan berkata, “Lakukan apa yang kumau. Jika kau gagal lagi, akan kubunuh gadis itu.” Aku terdiam sejenak dan menatapnya kembali, “Aku tidak akan menuruti perintahmu setelah misi ini selesai. Aku akan bekerja dengan sendiri. Aku hanya akan membunuh orang jahat sepertimu.” Kataku dan beranjak pergi menuju istana.

            Hari sudah malam. Langkahku bagaikan seekor kucing yang sedang mencari mangsa. Ya, itu sang raja, kataku dalam hati. Tanpa sepatah katapun aku menghunuskan pedangku dari belakang sang raja. Aku tak tahu kalau di sana berdiri seorang putri yang waktu itu bersamaku. Ia tampak kaget. Sangat kaget. Kami terdiam. Ia mendekat dan berkata dengan pelan, “Topeng itu... Apakah itu kau?”

            Aku selalu memakai topeng ini dalam misi apapun. “Maaf, Putri Wilhelmina. Aku terpaksa melakukannya,”

            “Jangan pergi. Biarkan aku melihatmu.” Ia berjalan mendekatiku dan membuka topengku. Ia tampak melihat diriku dengan sungguh-sungguh. Bahkan tampak seperti sedang menerawang. “Baiklah, aku mengerti. Kau disuruh seseorang. Ini... bukan salahmu,” katanya lembut. Terdengar suara langkah kaki dari depan ruangan. “Tampaknya para penjaga sudah datang. Aku harus pergi. Aku akan menebus dosaku dengan menjagamu dengan jiwaku, tuan putri, tidak, ratu,”

            Aku kembali dan membunuh ketua aliansi Assassins, dan menjadi ketua yang baru, serta memperbarui peraturan-peraturan, yaitu kami hanya membunuh orang-orang jahat, bahkan kami bisa saja membunuh orang yang menyuruh kami untuk membunuh.

            Tuan putri Wilhelmina telah menjadi ratu istana dan memerintah dengan sangat baik. Aku akan terus berlari dan berlari mengejarnya. Meski tidak akan pernah sampai. Aku akan terus melindunginya hingga akhir hayatku. Meski ia bahkan tidak tahu siapa yang telah menjadi bayangannya.

To be Continued (Forever)

 

Posted By: Martha Gunawan

A Story Without Ends (Boy Version)

Share:

Post a Comment

Facebook
Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us

Advertisment

http://1.bp.blogspot.com/__k1lsF3KXWk/TU8eyOsb9CI/AAAAAAAAAJk/zJ98vOEiZE4/s190/your_ad_here.png

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

© HexaCrown All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates