1 Okt 2011

Cursed and Blessed (part III)

 Written by: Hexacrown

Tiba-tiba, waktu terasa begitu lama. Serpihan kaca yang tersebar di seluruh ruangan. Bau pepohonan ek terbawa oleh hembusan angin melalui jendela yang terbuka. Suara dinginnya angin yang membuat merinding. Terlebih lagi, sesosok raksasa berdiri tepat di depanku. Hal yang bisa aku lakukan hanyalah terdiam. dab nenikmati menit terakhir hidupku. Mungkin seharusnya aku tidak kabur malam itu. Ini semua salahku. Aku mengingkari janji para sesepuh Lide. Lide hancur karena diriku yang egois. Mungkin memang takdirku untuk berakhir di tangan mereka.

Ya, aku sudah siap. Aku memejamkan mata perlahan. Oh Tuhan, semoga tidak terasa sakit. Suara menggeram marah mahluk itu menderu di telingaku. Jantungku berdegup kencang. Sangat kencang. Tiba-tiba, aku mendengar suara kaca pecah dari arah jendela didepanku, lebih tepatnya lagi, dibelakang mahluk tersebut. Aku tersentak. Pria itu! Pria yang kutemui di Hutan Selatan! Nasibku sungguh sial. Belum selesai dimakan oleh satu mahluk buas, muncul lagi Vampcula lainnya. 

Pria itu mengeluarkan pedang berwarna ungu gelap dan menusuk mahluk tersebut. Mahluk itu meraung kesakitan sampai akhirnya tak bersuara lagi dan berubah menjadi serpihan kristal putih. Aku duduk terdiam. Tampaknya persiapan pengorbananku tertunda untuk beberapa saat. Pria itu menatapku lama dan akhirnya mengulurkan tangannya untuk membantuku bangun. Entahlah, terakhir kali aku bertemu dengannya, ia tak bersikap ramah. Tapi setidaknya aku harus bersikap sopan kepada penyelamat "sementara" ku. 

"Kau menggunakan Kristal Atlantis?" tanyanya ketus.
"Kristal apa?"
"Kristal Atlantis, jangan bilang kau tidak tahu."
"Aku tidak tahu."
Ia melihatku dengan tatapan aneh dan mendesah. "Kau tidak tahu tapi kau menggunakannya? Kristal Atlantis tidak bisa digunakan oleh sembarang orang! Jangan membohongiku, Delphine Frozz!" katanya sambil menodong pedang ungu itu tepat di depan leherku.
"Hei! Jangan paksa aku! Aku benar-benar tidak tahu. Jika yang kau maksud adalah batu besar yang bersinar bagai mahluk luar angkasa yang merasuki tubuhku secara tiba-tiba itu adalah Kristal Atlantis, ya! Aku melihatnya tepat sebelum monster itu datang! Tapi jangan salahkan aku jika batu bodoh itu yang merasukiku. Tapi, bagaimana kau tahu namaku?"
"Hm. Benar yang dikatakan "Ketua Penjaga". Kau benar-benar kehilangan ingatanmu. Sekarang, ikut aku." katanya sambil menarik tanganku.
"Tidak mau! Aku tidak percaya oleh vampcula. Kalian telah membunuh para penduduk Lide, kan? Aku tak akan memaafkanmu!"
"Asal kau tahu saja, ada dua jenis dari suku kami, vampcula. Ceritanya sangat panjang, ini akan memakan waktu. Apa kau mau mendengarkan?"
"Baiklah," jawabku ragu-ragu.

"Sebenarnya, vampcula adalah sebutan para manusia memanggil kami. Kami tidak dibedakan di mata manusia. Padahal, kami jelas berbeda. Ace dan Joker. Mulanya hanya ada Ace. Kami para Ace, dilindungi oleh tujuh peri keabadian. Mereka memberikan Air Suci Nympha kepada kami, sehingga kami tidak haus akan darah. Mereka juga memberikan pesan mereka kepada para "Penjaga". Pulau ini adalah dunia kami. Dulu, tidak ada manusia yang dapat melihat tempat ini. Sampai suatu saat, Delta, manusia pertama yang dapat melihat pulau ini, memasuki wilayah kami. Delta pula yang pertama kali membawa delapan belas Kristal Atlantis ke Orbis, nama pulau ini. Para Ace mengambil Kristal Atlantis tersebut sebagai tanda terima kasih Delta karena telah memberikan tempat tinggal di Orbis. Hingga suatu hari, salah satu Ace menggunakan Kristal Atlantis tersebut, hingga ia mendapatkan kekuatan yang lebih. Semua Ace berebut mendapatkan kekuatan itu. Hingga akhirnya, tersisa satu Kristal Atlantis. Terjadi kekacauan di negeri kami. Ketujuh belas Ace yang telah menggunakan kristal beranggapan bahwa Delta berusaha menghancurkan Orbis secara perlahan. Mereka mengutuskan untuk menghukum mati Delta. Delta yang marah, mengambil kembali Kristal Atlantis dengan membunuh Ace yang telah menggunakannya. Hanya saja, jika orang yang mendapatkan kristal tersebut dibunuh, kristal itu akan keluar dari tubuh pengguna dan hilang ke suatu tempat, dan harus dicari. Delta telah membunuh enam belas Ace pengguna. Sayangnya, Delta dibunuh oleh Ace pengguna terakhir dengan meminum darahnya, suatu perbuatan terhina dimata Ace. Ketujuh peri keabadian marah dan mengutuk Ace tersebut. Para peri keabadian tak membiarkan mereka menggunakan Air Suci Nympha lagi untuk selama-lamanya. Ace yang telah diubah tersebut, menjadi sangat marah dan membuat peradaban baru, Joker."

"... Baiklah," kataku dan terdiam sejenak. "Jadi apa maumu?" lanjutku.
"Aku ingin kau ikut bersamaku dan pergi ke Havenland, tempat para Ace"
"Bagaimana aku bisa mempercayai ceritamu?" tanyaku.
"Vance Connor. Ace punya nama. Joker tidak."

To Be Continued . . .

 
Posted By: Martha Gunawan

Cursed and Blessed (part III)

Share:

Post a Comment

Facebook
Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us

Advertisment

http://1.bp.blogspot.com/__k1lsF3KXWk/TU8eyOsb9CI/AAAAAAAAAJk/zJ98vOEiZE4/s190/your_ad_here.png

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

© HexaCrown All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates