8 Sep 2011

Cursed and Blessed (Part II)

 Written by: Hexacrown

Lelah. Itulah yang bisa kurasakan. Aku membuka mataku perlahan. Ini sudah terlalu pagi untuk membiarkan diriku tertidur. Terbaring di dalam dinginnya hutan. Rumput yang lembut dan berembun membuatku malas untuk bergerak. Takut bercampur bingung karena mengetahui aku yang telah tertidur semalaman di tengah hutan yang lebih dingin dair yang kau kira. Aku mengingat kejadian tadi malam secara perlahan.Kegelapan. Ketakutan. Entahlah. Tapi tiba-tiba, aku mengingat sesuatu yang penting. Vampcula. Ya, aku berlari balik menuju desa setelah melihat Vampcula yang pada awalnya kukira manusia biasa.

Aku berdiri dan melanjutkan langkahku menuju desa. Tubuhku masih terasa sakit akibat dingin yang menusuk seluruh kulitku. Semua imajinasi negatif secara terus menerus merasuki pikiran seiring dengan langkahku. Tiba-tiba, aku mendengar suara bisikan, "Larilah, rusa putih. Lari dan terus berlari". Entah kenapa aku tidak merasa takut, karena Lide sudah tampak jelas di depanku.

Aku termenung sejenak, tepat di depan gerbang Lide. Ada yang aneh di tempat ini. Seiring memasuki Lide, aku baru menyadarinya. Tiada siapapun disini. Jantungku berdegup kencang. Kakiku enggan untuk melangkah dan mengatakan untuk pergi dari sini, tapi bagaimanapun ini rumahku juga. Aku melangkah menuju rumah sesepuh yang merupakan rumahku juga selama 13 tahun terakhir. 

Kubuka pintu masuk yang sudah reot dan sempat berpikir untuk mengucapkan, "Selamat siang". Tapi tempat ini kosong dan berbau sangat tidak nyaman. Seperti bau besi. Entahlah. Aku belum pernah mencium bau ini. Ada sesuatu yang menarik bagiku. Benda berkilauan berwarna biru yang melawan gravitasi. Ya, terbang. Benda itu seperti kristal, tapi bukan kristal. Benda itu tidak disini terakhir kali aku dirumah ini, sebelum aku dijadikan sebagai "pengorbanan". Benda itu menghipnotisku, aku mendekat dan terus mendekat. Akhirnya aku menyentuh benda itu. Cahayanya semakin terang dan semakin berwarna biru. Tiba-tiba, benda itu masuk ke dalam tubuhku. Entah mengapa aku tidak kaget dengan hal tersebut, malahan, ada perasaan bahagia yang meluap-luap. Benda itu seperti mengisiku dan menjadi energi untukku.

Tanpa sadar, mahluk itu sudah muncul tepat di belakangku melalui kaca yang baru saja dipecahkannya. Tapi, bukan mahluk yang kutemui semalam, kali ini berbeda, yang ini lebih jelek dan berantakan. Dan tentu saja kali ini aku kaget dan ketakutan. Mahluk itu tampak ingin memakanku secara utuh. Matanya yang merah dan taringnya yang tampak seperti pisau sudah siap untuk menyerangku. Ya, mata seorang Vampcula akan berwarna merah jika ia kurang makan, kurang darah yang kumaksud. Dan di saat itulah mereka akan menjadi buas.

Aku terpojok. Tanganku mengenai serpihan kaca. Itulah hal terburuk yang akan terjadi. Tanganku mengalirkan darah beserta aromanya, menyebabkan vampcula tersebut tak segan-segan menyerangku. Ia tak butuh menghipnotisku karena aku sudah begitu tak berdaya. Apa yang harus kulakukan sekarang?

To Be Continued . . .


Follow Us

Advertisment

http://1.bp.blogspot.com/__k1lsF3KXWk/TU8eyOsb9CI/AAAAAAAAAJk/zJ98vOEiZE4/s190/your_ad_here.png

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

© HexaCrown All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates