30 Jul 2011

Cursed and Blessed (part I)

Written by: Hexacrown

Vampcula. Itulah cara kami memanggil mereka. Kulitnya yang sangat putih, membantu mereka untuk melakukan kamuflase di musim salju yang dingin. Kemampuannya berlari sepuluh kali lebih cepat dibandingkan manusia. Taringnya yang telah lama ditajamkan dapat menghancurkan tulang-tulang manusia. Mereka juga dapat menghipnotis mangsanya. Sekali saja kau melihat matanya, kau tidak akan sama seperti dulu lagi.

Lide adalah suku yang terletak di tengah-tengah pulau yang dikelilingi oleh pegunungan yang tinggi. Pohon pinus yang sangat tebal akan selalu tampak dimana pun kau melihat. Salju yang sangat dingin dan kejam, membuat tempat ini seakan-akan tempat yang paling horor di dunia. Tidak ada yang hidup di pulau salju ini kecuali kami dan monster-monster itu. Kami telah memberikan persembahan khusus kepada mereka selama bertahun-tahun, yaitu nyawa manusia.

"Setiap bulan berubah menjadi merah, kalian harus memberikan satu dari penduduk kalian ke dalam jiwa hutan," begitu kata Pangeran dari Vampcula lima ratus tahun yang lalu. Sebagai balasannya, kami akam mendapatkan pulau ini dan seikrar janji bahwa tidak akan ada Vampcula yang menyentuh penduduk Lide. Sesepuh pertama suku Lide menyetujui perjanjian tersebut, meskipun beliau tahu bahwa satu orang akan mati secara bergiliran. Dan malangnya, aku adalah mangsa bulan depan.

Aku tidak pernah memiliki teman di suku ini, sejak para penduduk mengira bahwa aku termasuk salah satu monster jelek itu. Yang benar saja! Itu terjadi hanya karena aku tidak tahu siapa orangtuaku. Aku berumur delapan belas tahun dan aku merupakan orang asing yang datang dari luar pulau. Ketika umurku lima tahun, sesepuh suku Lide menemukanku di luar batas daerah Lide, dan memberikanku nama, Delphine Frozz. Aku hampr seputih vampcula, dan itu tidak normal. Itulah mengapa aku dipilih. Tidak ada yang peduli.

Mereka akan memulai pengorbanannya di Hutan Utara. Dan sekarang mereka sedang menari-nari untuk upacaranya. Aku sempat berpikir bahwa tarian itu adalah ungkapan perasaan senang mereka karena mereka bukan yang "terpilih". Aku dikurung dalam sebuah kandang sapi sekarang, agar aku tidak kabur. Yah, itu membuatku kepikiran sekarang. "Pintunya agak rusak," pikirku. Kucoba untuk membukanya dengan paksa. Dan, misi berhasil! Aku berlari ke Hutan Selatan dimana merupakan tempat yang belum pernah kuketahui sebelumnya. Aku terus berlari di hutan yang dingin ini. Udara yang dingin menusukku setiap aku berlari. Hari semakin gelap dan aku tidak bisa melihat apa-apa lagi. Sampai akhirnya, batu sial itu menghentikanku berlari dan aku terjatuh. Kakiku terkilir akibatnya. Itu sangat sakit, dan lebih menyakitkan lagi ketika aku melihat sesosok bayangan dengan mata berwarna hazel. Orang aneh, pikirku. Orang itu tampak asing karena aku belum pernah melihatnya di Lide sebelumnya. Rambutnya yang berwarna kuning keemasan dan lurus itu tampak membuatnya seperti pangerang di dongeng. Ia begitu tinggi dan tegap sehingga sedikit menakutkanku. Yang paling terpenting adalah, kulitnya tampak seperti manusia. Hidup, dan tidak mungkin dimiliki oleh seorang Vampcula.

"Delphine," bisiknya. Aku tidak tahu bagaimana caranya ia dapat mengetahui namaku. Aku melihatnya begitu tajam untuk mengingat kapan aku pernah menemuinya, tapi memori seperti itu tidak ada di benakku. Ini pertama kali aku bertemunya. Aku merasa ada yang aneh. Instingku berkata dia sangat menakutkan dan aku seharusnya lari. Belum sempat aku berkata apa-apa, hal yang paling mengerikan muncul. Ia memperlihatkan taring tajamnya dan berkata, "Kau telah memilih jalan yang salah".

To be Continued . . .


29 Jul 2011

Dave Feinberg - The Square Root of 3

I'm sure that I will always be
A lonely number like root three

The three is all that's good and right,
Why must my three keep out of sight
Beneath the vicious square root sign,
I wish instead I were a nine

For nine could thwart this evil trick,
with just some quick arithmetic

I know I'll never see the sun, as 1.7321
Such is my reality, a sad irrationality

When hark! What is this I see,
Another square root of a three

As quietly co-waltzing by,
Together now we multiply
To form a number we prefer,
Rejoicing as an integer

We break free from our mortal bonds
With the wave of magic wands

Our square root signs become unglued
Your love for me has been renewed
_________________________________________________________________________________
That's the most favorite poem in my life by Dave Feinberg. He inspires me.
Follow Us

Advertisment

http://1.bp.blogspot.com/__k1lsF3KXWk/TU8eyOsb9CI/AAAAAAAAAJk/zJ98vOEiZE4/s190/your_ad_here.png

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

© HexaCrown All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates